![]() |
| Sumber Gambar : Wikipedia |
Showing posts with label Omitohud. Show all posts
Showing posts with label Omitohud. Show all posts
Saturday, June 24, 2017
Kisah Inspiratif : Remaja Penabrak BMW
Xue Zhan Min, pemilik kendaraan tersebut terkesan oleh kejujurannya dan memutuskan untuk mencari remaja tersebut guna mengembalikan uang yang ia tinggalkan, juga membiayai sekolahnya. Dalam rangka menemukan remaja jujur tersebut, pihak kepolisian berusaha mencari alamat yang bersangkutan dengan mengunjungi pos polisi untuk memantaunya melalui rekaman gambar kamera sirkuit.
Akhirnya dapat dipastikan bahwa remaja lelaki tersebut bernama Chen Yi Fan yang sehari-hari tinggal di rumah kakeknya di Chuk Yuen Village. Chen Yifan sedikit panik begitu melihat kasusnya diberitakan di media. Ia sebelumnya ada mencatat nomor telepon pemilik mobil dan berencana untuk mengangsur biaya perbaikan mobil yang menjadi tanggungannya dengan mencari uang lewat bekerja.
Oleh karena ia tidak memberitahu kedua orangtuanya yang bekerja di kota Chang Chun, Tiongkok.
Akibat beritanya sudah tersebar, ia terpaksa menelepon ibunya untuk menceritakan kejadian yang ia alami dan meminta pendapat. Mendengar hal itu ibunya segera pulang dan mengajak Chen Yi Fan untuk menemui pemilik kendaraan. Setelah bertemu muka, ibunya berjanji akan membayar seluruh biaya perbaikan kerusakaan yang ditimbulkan oleh anaknya. Namun di luar dugaan Xue Zhan Min tidak setuju dengan hal itu.
Dia menjelaskan bahwa ia memang meminta bantuan polisi untuk mencari alamat Chen Yi Fan tetapi bukan karena ingin mengejar uang ganti rugi. Itu dilakukan karena terkesan dengan kejujuran yang ditunjukkan Chen Yi Fan dan ingin memberikan bantuan kepadanya.
Beberapa hari kemudian, Xue Zhan Min meminta putrinya pergi ke rumah Chen Yi Fan dan menyerahkan uang kontan 10.000 Yuan sebagai bantuan untuk membayar biaya sekolahnya. Chen Yi Fan beserta keluarga bersikeras untuk menolak menerima uang tersebut.
“Saya yang berbuat salah dan sampai sekarang pun saya masih merasa bersalah. Saya sudah sangat bersyukur karena dibebaskan dari membayar ganti rugi. Bagaimana saya tidak malu untuk menerima uang bantuan ini ?” kata Chen Yi Fan.
Putri Xue Zhan Min lalu menjelaskan bahwa ia datang menemuinya hanya untuk menyerahkan apa yang pernah dijanjikan ayahnya. Bila Chen Yi Fan bersikeras untuk membayar ganti rugi perbaikan mobil, itu bisa dipenuhi setelah kelak lulus sekolah dan sudah berpenghasilan. Seorang polisi yang ikut datang bersama juga memberikan saran serupa. Akhirnya ia baru mau menerima dana yang penuh dengan kasih sayang di dalamnya.
Sesungguhnya, Xue Zhan Min yang menjabat Direktur Hongli Teknologi Perlindungan Lingkungan di kota Shao Xing sempat naik pitam begitu melihat mobil BMW yang sedang diparkir di tepi jalan mengalami kerusakan. Kerusakan berupa kaca spion bagian kiri, pintu dan bagian belakang mobil tergores sepanjang sekitar 20 cm. Ia tidak menemukan orang yang membuat kerusakaan berada di sekitar, ia mengira orangnya sudah melarikan diri.
Ketika ia sedang memeriksa bagian lain dari mobil kesayangannya apakah ada yang rusak, ia menemukan sebuah gulungan kertas yang disisipkan di gagang pintu mobil. Di dalamnya berisikan uang kontan 311 Yuan dan tulisan yang berbunyi, “Paman yang terhormat, akibat saya tidak berhati-hati dalam berkendara, spion mobil Anda jadi rusak, membuat saya sangat menyesal. Saya adalah murid sekolah Dinas Pertambangan, memanfaatkan liburan musim dingin untuk bekerja di kota. Ada sedikit uang saya tinggalkan untuk biaya perbaikan, meskipun saya tahu bahwa itu jauh dari cukup. Tetapi karena saya sudah tidak memiliki uang lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.”
Xue Zhan Min terkesan setelah membaca isi tulisan di secarik kertas itu. Ia sadar bahwa biaya perbaikan kerusakan itu tidak seberapa baginya, tetapi tidak kecil bagi Chen Yi Fan. Oleh karena itu ia berubah pikiran. Ia memutuskan untuk membantu anak remaja tersebut yang berani bertanggung jawab atas kesalahannya. Ia kemudian meminta bantuan polisi untuk menemukan alamat yang bersangkutan.
Ketika diwawancara oleh media ia mengatakan, “Hai, anak yang jujur, di mana Anda berada? Mungkin hidup keluarga Anda lebih sulit. Biaya perbaikan mobil mungkin menjadi momok bagi Anda, tetapi Anda tidak perlu khawatir sekarang karena perbaikan sudah selesai dilakukan. Uang ganti rugi tak perlu lagi Anda pikirkan. Saya hanya ingin segera menemui Anda untuk mengembalikan uang hasil kerja Anda. Jika Anda bermasalah, saya bersedia mengulurkan tangan bantuan buat Anda, membantu Anda menyelesaikan sekolah, bahkan membantu untuk mencarikan pekerjaan kelak setelah Anda lulus.”
Dengan dibantu oleh polisi, Xue Zhan Min berhasil merealisasikan keinginannya, memperoleh alamat remaja itu dan memberikan bantuan uang. Ibu dari Chen Yi Fan mengatakan bahwa ia hidup dalam keluarga yang tidak kaya harus sepanjang tahun bekerja bersama suami di kota lain. Ia memiliki 2 orang putri dan seorang putra yang pengawasannya dititipkan kepada kakek-nenek mereka.
Putranya kini bersekolah di SMA kelas 2. Ia termasuk anak yang penuh pengertian dengan hari-hari tinggal di asrama sekolahan, liburan sekolah selalu dimanfaatkan untuk mencari uang dengan bekerja. Meskipun ia sadar bahwa putranya itu bekerja keras, tetapi ia mendukung keputusannya, mendukung putranya itu sejak usia dini sudah belajar bermandiri.
Banyak anak-anak sekarang sudah kehilangan perilaku berkualitas seperti yang dimiliki Chen Yi Fan. Chen orangnya jujur dan bersedia menanggung beban tanggung jawab. Semoga ia memiliki masa depan yang cerah.
Sungguh betapa bernilainya arti sebuah kejujuran....
LEPASKAN SEMUA BURUNG PIPIT ITU PERGI (KISAH NYATA)
Ada satu kisah nyata yang menarik yang terjadi di Tiongkok yang dimuat dalam buku The Love of Life.
![]() |
| Sumber Gambar : https://assets.hmetro.com.my/images/articles/b83c7c8a-f270-4f60-8d8b-4de58c528a07.transformed.jpg |
“Apakah kamu merasa lebih baik hari ini?” tanya Fan berusaha menghibur isterinya.
“Terimakasih….atas…perhatianmu,” istrinya berkata sambil terengah-engah kesakitan.
Fan meminta dokter terbaik di Chingkou, Chen Shihying untuk mengobati istrinya. Dokter Chen memeriksa istrinya dengan hati-hati dan menyuruh Fan untuk menunggu.
“Ada satu cara untuk mengobatinya, sebab dia cukup parah,” kata dokter tersebut.
“Ambil seratus kepala burung pipit, dan buat mereka menjadi obat sesuai resep ini. Kemudian hari ketiga dan ketujuh makan otak burung pipit tersebut. Ini adalah rahasia turun-temurun dari nenek moyangku, dan tidak pernah gagal. Tetapi ingat, kamu harus mempunyai seratus burung pipit. Tidak boleh kekurangan satu pun.”
Fan ingin sekali menolong istrinya, sehingga ia langsung pergi membeli seratus burung pipit. Burung-burung itu berdesakan dalam satu sangkar yang besar. Mereka menciap-ciap dan berlompatan sangat memilukan, sebab tempatnya terlalu sempit bagi mereka untuk menikmati diri mereka sendiri. Bahkan mungkin mereka tahu kalau mereka akan dibunuh.
“Apa yang kau lakukan pada burung-burung tersebut?” tanya Nyonya Fan.
“Ini adalah resep special dokter Chen! Kita akan membuat mereka menjadi obat dan kamu akan segera sembuh,” suaminya dengan gembira menjawab.
“Tidak, jangan lakukan itu!” Nyonya Fan duduk di atas ranjangnya.
“Kamu tidak boleh mengambil seratus nyawa untuk menyelamatkan satu nyawa saya! Saya lebih baik mati daripada membiarkan kamu membunuh semua burung pipit itu untukku!”
Fan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
“Kamu benar-benar mencintai saya,” dia melanjutkan, “Lakukan sesuai permintaan saya. Buka sangkarnya dan lepaskan semua burung pipit itu pergi. Lalu jika saya mati, maka saya akan meninggal dengan tentram.”
Apa yang dapat Fan lakukan?
Fan membawa sangkar itu ke hutan kemudian ia membebaskan semua seratus burung pipit itu. Mereka terbang ke dalam semak-semak dan pohon-pohon dan bernyanyi serta berciap-ciap. Mereka terlihat amat senang karena bebas.
Dalam beberapa hari, Nyonya Fan dapat bangun dari ranjang lagi, walaupun dia tidak minum obat apa-apa. Teman-teman dan saudara-saudaranya berdatangan untuk memberinya selamat karena kesembuhannya yang cepat dan relatif singkat dari penyakit mengerikan itu. Semuanya sangat bahagi!
Tahun berikutnya, keluarga Fan memperoleh bayi laki-laki yang amat sehat dan lucu, tetapi yang agak aneh dan menambah kelucuannya adalah di setiap lengannya terdapat sebuah tanda lahir kecil berbentuk seperti burung pipit!
________________
Renungan :
________________
Renungan :
Pelepasan makhluk hidup (Fang Shen) adalah merupakan tindakan nyata yang tumbuh dari benih Cinta Kasih kita kepada sesama makhluk hidup. Dengan menyelamatkan dan melepaskan makhluk tersebut ke alam bebas, yang didasari oleh pengharapan agar semua makhluk hidup berbahagia dan bebas dari penderitaan, sesungguhnya kita telah melakukan perbuatan yang sangat mulia dan sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Para Buddha sepanjang zaman.
Dalam Kitab Suci Tipitaka, Anguttara Nikaya III: 203, Sang Buddha mengajarkan lima aturan moral (sila) yang dikenal dengan Pancasila Buddhis. Salah satu dari lima sila tersebut adalah bahwa seorang umat Buddha bertekad melatih diri menghindarkan diri dari “Pembunuhan Makhluk Hidup”.
Pembunuhan, apapun bentuk dan alasannya adalah merupakan perbuatan kejahatan, karena pembunuhan berarti mengakhiri kehidupan makhluk lain.
Jika kita sebagai manusia memiliki keinginan untuk hidup, serta tidak ingin kehidupan kita dirampas dan dipenjara oleh makhluk lain, demikian juga yang dirasakan dan diinginkan oleh makhluk lain. Hal ini adalah hukum alam kehidupan yang tidak dapat dipungkiri. Tetapi mungkin kita sering berusaha untuk mengingkarinya dengan lebih mengutamakan kepentingan diri kita sendiri dengan anggapan bahwa kepentingan kita jauh lebih diatas dan lebih berharga daripada kepentingan makhluk lain.
Jika kita sebagai manusia memiliki keinginan untuk hidup, serta tidak ingin kehidupan kita dirampas dan dipenjara oleh makhluk lain, demikian juga yang dirasakan dan diinginkan oleh makhluk lain. Hal ini adalah hukum alam kehidupan yang tidak dapat dipungkiri. Tetapi mungkin kita sering berusaha untuk mengingkarinya dengan lebih mengutamakan kepentingan diri kita sendiri dengan anggapan bahwa kepentingan kita jauh lebih diatas dan lebih berharga daripada kepentingan makhluk lain.
Ingatlah selalu Ajaran Sang Buddha yang terangkum dalam sebait syair indah yang berbunyi:
Sabba pappasa akaranam,
Kusala uppasampada,
Sacitta pariyodapanam,
Etam Buddhanam sasanam
Kusala uppasampada,
Sacitta pariyodapanam,
Etam Buddhanam sasanam
Tidak melakukan segala bentuk kejahatan,
senantiasa mengembangkan kebajikan
dan membersihkan batin;
inilah Ajaran Para Buddha.
senantiasa mengembangkan kebajikan
dan membersihkan batin;
inilah Ajaran Para Buddha.
Jadilah Elang Bukan Bebek (Melipatgandakan Kesuksesan)
![]() |
| Sumber gambar : http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/11/30/583e3d9689855-3-motivasi-menggapai-kesuksesan-meski-kamu-tidak-terlahir-dari-keluarga-kaya_641_452.jpg |
Suatu ketika, Harvey Mackay sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya. Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang. Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata, "Nama saya Wally.Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya."
Jadilah elang...
Elang membumbung tinggi di angkasa.
"Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”
Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”
Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih. Di belakang kemudi, Wally berkata, “Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.” Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” Dan ternyata, Wally menjawab, “Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.” Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.” Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan “Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."
Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey. Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut.
Selama perjalanan, Harvey pun penasaran. “Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” tanya Harvey. Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya. “Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir. Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’. Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi. Dia juga berkata,
Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda.
Jangan menjadi bebek.
Bebek menguik dan mengeluh.
Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang. Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”
“Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey. "Tentu saja," Jawab Wally.
Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.
Jangan tunda lagi! Ambil langkah Anda! Raih kesempatan Anda! Berhenti mengeluh!
Saturday, October 1, 2016
Hikayat Koin Penyok
![]() |
| Sumber Foto : http://www.fiorinajewellery.com.au/Rings/bent-coin-ring |
Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi keuangan keluarganya morat-marit.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.
Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok."
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.
"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran.
Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp 300.000,
Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp 300.000, untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.
"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran.
Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp 300.000,
Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp 300.000, untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 1 juta rupiah untuk ditukar dengan kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.
Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 2 juta rupiah. Lelaki itu ragu-ragu dan akhirnya wanita itu menaikkan tawarannya menjadi 3,5 juta rupiah. Lelaki itu pun setuju.
Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 3,5 juta rupiah.
Tiba-tiba ada perampok datang, mengacungkan clurit, merampas uang itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya dengan penuh kekhawatiran,
_"Apa yang terjadi?
_Kamu baik2 saja kan?
_Apa yg diambil perampok tadi?"
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, nggak apa-apa kok. Yang diambil hanya sebuah koin penyok yang kutemukan di jalan tadi pagi..."
_"Apa yang terjadi?
_Kamu baik2 saja kan?
_Apa yg diambil perampok tadi?"
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, nggak apa-apa kok. Yang diambil hanya sebuah koin penyok yang kutemukan di jalan tadi pagi..."
Moral Cerita
Bila kita sadar bahwa kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?
Semestinya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang tidak membawa apa-apa dan pergi kita tidak membawa apa-apa.
Semestinya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang tidak membawa apa-apa dan pergi kita tidak membawa apa-apa.
Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.
Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan.
Apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?
Tidak ada!
Bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.
Bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.
Hidup itu perubahan, dan pasti akan berubah.
Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa.
Jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.
Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an.
Jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.
Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an.
Ke"aku"an-lah yang membuat kita menderita.
Rumahku, hartaku, istriku, suamiku, anakku.
Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak membawa apa-apa dan siapa-siapa.
Pada waktunya "let it go".
Siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat, maka dia akan selalu bahagia.
Siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat, maka dia akan selalu bahagia.
Have A Nice Day :)
Tuesday, September 6, 2016
MENYELAMATKAN KEHIDUPAN BERARTI MENYELAMATKAN NYAWA SENDIRI
![]() |
| Sumber foto : http://stuffpoint.com/dogs/image/27087/four-dogs-in-a-grass-picture/ |
Dahulu kala, ada seorang tua baik hati bernama Chu Ping. Suatu hari dia pergi mengunjungi keluarganya. Di sana, keluarganya sedang menyeret keluar 4 ekor anak anjing.
"Apa yang akan kau lakukan terhadap anak-anak anjing itu ?" Chu Ping bertanya. "Saya akan membuang mereka. Anjing kami melahirkan 4 ekor anak anjing, orang-orang berkata 4 ekor anak anjing dalam sekali persalinan adalah sial, jadi saya akan menyingkirkan mereka."
(Dalam bahasa Mandarin, angka 4/ si 四 , punya bunyi yang sama dengan kata mati/ si 死, sehingga masyarakat menganggap angka 4 adalah sial).
"Apakah kau mau memberikan mereka kepada saya?" Chu Ping kembali bertanya.
"Itu kemauanmu. Silakan!" Maka Chu Ping menjadi pemilik 4 ekor anak anjing yang lincah. Dia rawat dengan baik dan tak lama mereka tumbuh menjadi 4 ekor anjing yang kuat dan sehat.
Suatu sore ketika Chu sedang duduk di rumah, ia mendengar suara seperti bisikan rumput di luar. Suara semakin mendekat dan semakin keras. Pertama-tama terdengar seperti bisikan, lalu semilir angin, kemudian terdengar seperti angin kencang yang bertiup melewati lembah!
Chu keluar menyelidiki, dan .... beberapa langkah dari pintu, ada seekor ular python besar! Tubuhnya seukuran roda.
Ia melihat sekeliling dengan ganas, matanya besar seperti menyihir, lidahnya merah menyala menjulur keluar, menggeliat. Lalu dia melihat Chu!
Seperti anak panah meluncur dari busur, dia menyergap lurus ke arahnya! Chu tak dapat bergerak.
Suatu sore ketika Chu sedang duduk di rumah, ia mendengar suara seperti bisikan rumput di luar. Suara semakin mendekat dan semakin keras. Pertama-tama terdengar seperti bisikan, lalu semilir angin, kemudian terdengar seperti angin kencang yang bertiup melewati lembah!
Chu keluar menyelidiki, dan .... beberapa langkah dari pintu, ada seekor ular python besar! Tubuhnya seukuran roda.
Ia melihat sekeliling dengan ganas, matanya besar seperti menyihir, lidahnya merah menyala menjulur keluar, menggeliat. Lalu dia melihat Chu!
Seperti anak panah meluncur dari busur, dia menyergap lurus ke arahnya! Chu tak dapat bergerak.
Dia terlalu takut bahkan untuk bersuara. Kemudian, sewaktu dia seperti akan binasa.....keempat anjingnya datang bagai terbang ke arah ular tersebut. Mereka meloncat, tak takut pada monster yang mengerikan itu, menggonggong dan menyalak sambil menyerang dari 4 sisi. Keributan itu mengundang para tetangga. Tak ada yang berani mendekati, tetapi mereka semua bersorak untuk keempat anjing yang berani itu dari kejauhan.
Dengan amat cepat, 2 ekor anjing telah menggigit leher dekat kepala, sehingga ular itu tak bisa menggigit mereka. Darah memancar dan sesaat kemudian, python besar itu mati.
Anjing-anjing itu memeriksanya sebentar, mengendus dengan hati-hati. Lalu dengan sikap merendahkan, mereka mengorek tanah dan melemparkan ke atas bangkai ular tersebut dan datang ke arah Chu dengan lidah terjulur ke luar, sambil menggoyang-goyangkan ekor mereka.
Anjing-anjing itu memeriksanya sebentar, mengendus dengan hati-hati. Lalu dengan sikap merendahkan, mereka mengorek tanah dan melemparkan ke atas bangkai ular tersebut dan datang ke arah Chu dengan lidah terjulur ke luar, sambil menggoyang-goyangkan ekor mereka.
Semua tetangga bertepuk tangan ketika Chu Ping berjongkok menepuk anjing-anjingnya. Mereka menjilati lengan dan wajahnya.
"Siapa berkata 4 ekor anjing sekali lahir tidak beruntung?" Chu Ping bertanya pada anjing-anjingnya.
"Tak terpikir olehku ketika aku menyelamatkan kalian, suatu hari kalian juga akan menyelamatkan nyawaku!"
"Siapa berkata 4 ekor anjing sekali lahir tidak beruntung?" Chu Ping bertanya pada anjing-anjingnya.
"Tak terpikir olehku ketika aku menyelamatkan kalian, suatu hari kalian juga akan menyelamatkan nyawaku!"
Moral Cerita
Kita tak pernah tahu, kapan dan apakah bencana atau keberuntungan yang akan datang berikutnya? Tapi menyelamatkan nyawa makhluk lain berarti telah menanam benih karma baik, yang suatu saat akan berbuah.
Kita tak pernah tahu, kapan dan apakah bencana atau keberuntungan yang akan datang berikutnya? Tapi menyelamatkan nyawa makhluk lain berarti telah menanam benih karma baik, yang suatu saat akan berbuah.
Menyelamatkan kehidupan, berarti menyelamatkan nyawa sendiri.
Warisan Terbaik
Sebuah Renungan Motivasi
![]() |
| Sumber foto : http://wishesmessages.com/thank-you-messages-for-dad-thank-you-notes-for-father/ |
Pada detik-detik kematiannya, seorang pria,
Tom Smith, memanggil anak-anaknya dan ia menasehati mereka untuk mengikuti jejak hidupnya sehingga mereka dapat memiliki ketenangan jiwa dalam semua hal yang mereka lakukan.
Putrinya, Sara, mengatakan, "Ayah, saya kecewa Anda meninggalkan kami tanpa uang sepeser pun di bank. Para ayah yang lain yang Ayah katakan sebagai koruptor dan pencuri dana publik bisa mewariskan rumah dan properti untuk anak-anak mereka; kita bahkan tinggal dalam apartemen sewaan. Maaf, saya tidak bisa mengikuti jejak hidup Anda. Pergilah Ayah, biarkan kami mencari jalan hidup sendiri."
Beberapa saat kemudian, ayah mereka menutup mata untuk selama lamanya.
Tiga tahun kemudian, Sara pergi untuk wawancara pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional. Saat wawancara Ketua panitia bertanya, "Saudara ini punya nama Smith yang mana?" Sara menjawab, "Saya Sara Smith. Ayah saya adalah Tom Smith yang sudah meninggal". Ketua Panitia memotong, "Ya Tuhan, Anda ini putrinya Tom Smith?"
Dia berbalik bicara kepada anggota-anggota lain dan berkata,
"Pak Smith ini adalah salah satu yang menandatangani formulir keanggotaan saya di Institut Administrator dan rekomendasinya tersebut membuat saya diterima bekerja di posisi saya sekarang ini. Dia melakukan semua ini dengan gratis. Saya bahkan tidak tahu alamatnya, dan dia tidak pernah tahu saya. Dia hanya melakukannya untuk keprofesionalan saya."
Dia lalu berbalik ke Sara, "Saya tidak punya pertanyaan untuk Anda lagi, Anda sudah mendapat pekerjaan ini. Silakan datang besok,
semua surat penugasan Anda akan saya siapkan untuk Anda."
Setelah bertahun-tahun bekerja, Sara Smith menjadi Corporate Affairs Manager perusahaan dengan dua mobil dan drivernya. Apartment dua lantai disediakan sebagai kantornya, dan gaji besar di luar tunjangan dan biaya-biaya lainnya.
Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan, Pimpinan perusahaan datang dari Amerika mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dan mencari penggantinya. Orang dengan kepribadian dan integritas yang tinggi adalah yang dicari. Lagi-lagi para konsultan perusahaan menominasikan Sara Smith.
Dalam sebuah wawancara, Sara Smith ditanya rahasia kesuksesannya.
Dengan air mata berlinang, dia menjawab, "Ayah telah membuka jalan bagiku.
Hanya setelah ia meninggal, aku baru sadar bahwa dia secara finansial miskin tapi ia luar biasa kaya akan integritas, disiplin dan kejujuran".
Dia ditanya lagi, "Mengapa Anda menangis? Kan Anda sekarang bukan lagi sebagai seorang anak yang merindukan ayahnya yang sudah pergi dalam waktu yang lama?"
Dia menjawab, "Pada saat kematiannya, aku menghina ayah karena menjadi orang yang jujur dan berintegritas tinggi. Aku berharap dia akan memaafkanku dalam kuburnya
sekarang. Aku sebenarnya tidak akan bisa sesukses ini. Ayah yang telah melakukannya untukku. Dan aku tinggal berjalan meraih suksesku".
Akhirnya dia ditanya, "Apakah Anda akan mengikuti jejak kaki ayahmu seperti yang ia dahulu minta?"
Dan Sara menjawab dengan sederhana, "Aku sekarang mengagumi Ayah, Aku memiliki foto besar yang tergantung di ruang tamu dan di pintu masuk rumahku. Dia layak memperoleh apa pun yang saya miliki setelah Allah"
Apakah Anda seperti Tom Smith?
Ia membayar mahal untuk membangun sebuah nama baik, buahnya tidak datang dengan cepat tetapi akan datang walaupun mungkin diperlukan waktu yang lama. Tapi buah itu akan berlangsung lebih lama lagi.
Moral cerita
Integritas, disiplin, kontrol diri, malu untuk berbuat jahat dan takut akan akibatnya membuat manusia jadi kaya, bukan rekening bank yang gemuk.
Tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak Anda
Kalau Bisa Bayar Kenapa Ambil yang Gratis?
Saya ingin berbagi cerita pendek yang menurut saya sungguh menyentil sanubari kita, terutama untuk orang Indonesia. Cerita ini saya dapatkan dari salah satu anggota grup chat yang membagikannya.
Berikut cerita untuk renungan :
Pengalaman orang Indonesia di Aussie :
Kalau Bisa Bayar, Kenapa Ambil yang Gratis!?
Sebagai salah satu dari 240 juta orang Indonesia, maka cara berpikir saya, tentunya tidak mungkin bisa terlepas dari pola pikir gaya Indonesia. Salah satunya adalah: _”Kalau bisa gratis, kenapa harus beli?”_
Nah, saya dapat pelajaran baru disini, yang membuat saya tercenung dan merenung diri.
Sore Hari Roti Gratis
Awalnya dulu, saya tidak percaya, ketika ada teman dari Indonesia yang sudah lebih lama tinggal disini. Katanya, bahwa toko roti disini, tidak menjual roti yang sudah bermalam. Makanya kalau sudah sore, roti bisa diperoleh secara gratis. Tapi saya sama sekali tidak melihat ada yang antri untuk dapatkan roti gratis Padahal saya pernah saksikan di salah satu mall di Indonesia, pada jam 7 malam ada antrean yang panjaaang, karena roti dijual setengah harga. Nah, apalagi kalau dikasih gratis.
Pengalaman Dapat Roti Gratis
Suatu sore, sesudah menikmati secangkir capucinno di Gloria Jeans Café yang capucinno-nya paling enak (menurut saya), kami mampir ke toko roti. Membeli sebatang roti kismis dan minta kepada si mbak penjaga toko roti, untuk dipotongkan, sehingga nanti dirumah gampang, tinggal comot dan makan.
Selesai dipotong dan dibungkus rapi, lalu diserahkan kepada saya. Langsung saya berikan uang lembaran 10 dollar. Tapi ditolak dengan senyum manis, sambil berucap, ”It's free nothing to pay.”
“Are you sure?” kata saya.
Gadis remaja yang bertugas jualan disana, menjelaskan, bahwa kalau sudah ditutup, roti tidak boleh lagi dijual. Boleh diberikan kepada siapa yang mau atau diantarkan ke Second Hand Shop untuk orang yang membutuhkan.
“Are you sure?” kata saya.
Gadis remaja yang bertugas jualan disana, menjelaskan, bahwa kalau sudah ditutup, roti tidak boleh lagi dijual. Boleh diberikan kepada siapa yang mau atau diantarkan ke Second Hand Shop untuk orang yang membutuhkan.
Agak tercengang juga saya dengar penjelasannya. Terbayang, kalau di Indonesia, wah bisa bangkrut ini, karena orang bakalan menunggu toko tutup supaya dapat yang gratis.
Ada Pembeli Lain Yang Lebih Membutuhkan
Belum selesai ngobrol dengan si mbak, tiba tiba ada suami istri, yang juga mau belanja roti. Rupanya mereka tanpa saya sadari sudah mendengar percakapan kami. Kelihatan si Pria adalah orang Australia, sedangkan istrinya adalah tipe orang Asia. Si wanita juga minta roti di mbak, tapi di cegah oleh suaminya, sambil berkata ”No darling, please. We have enough money to buy. Why do we have to pick up a free one? Let’s another people who need it more than us take it."
Wah... wah, merasa tersindir wajah saya panas… Egoisme saya melonjak kepermukaan, merasa tersindir dengan perkataannya. Dalam hati saya bergumam, ”Hmm saya ini dulu pengusaha tau”.
Tapi, syukur cepat sadar diri, nggak sampai terucapkan. Karena orang yang bicara suami ke istrinya, masa iya saya tiba-tiba nyelak ditengah-tengah? Hampir saja saya berbuat kesalahan. Karena toh mereka tidak omongin saya… Kalau saya merasa tersindir, itu salah saya sendiri.
Tapi, syukur cepat sadar diri, nggak sampai terucapkan. Karena orang yang bicara suami ke istrinya, masa iya saya tiba-tiba nyelak ditengah-tengah? Hampir saja saya berbuat kesalahan. Karena toh mereka tidak omongin saya… Kalau saya merasa tersindir, itu salah saya sendiri.
Renungan diri
Hingga menjelang tidur, kata kata si Suami kepada istrinya masih tergiang ngiang rasanya, "We have enough money to buy... why do we have to pick up a free one."
Setelah saya renungkan, saya merasakan bahwa kata kata ini benar. Kalau semua orang yang mempunyai duit, ikut antri dan dapatkan roti gratis, yang biasanya diantarkan ke Second Hand Shop untuk dibagi bagikan gratis, berarti orang yang sungguh-sungguh membutuhkan tidak bakalan kebagian lagi roti gratis.
Walaupun saya sesungguhnya mau membayar, namun si mbak yang nggak mau terima uang saya. Pelajaran hidup ini tidak mungkin akan saya lupakan.
Kalau kita sanggup beli. Jangan ambil yang gratis. Biarlah orang lain yang lebih membutuhkan mendapatkannya.
Kalau kita sanggup beli. Jangan ambil yang gratis. Biarlah orang lain yang lebih membutuhkan mendapatkannya.
Sungguh sebuah kepedulian akan sesama yang diterapkan dengan sungguh sungguh hati.
Kini saya baru tahu, kenapa kalau di club ada kopi gratis, tapi jarang ada yang ambil, Mereka lebih suka membeli. Bukan karena gengsi-gengsian, tetapi terlebih karena rasa peduli mereka pada orang lain, yang mungkin lebih membutuhkan.
Kini saya baru tahu, kenapa kalau di club ada kopi gratis, tapi jarang ada yang ambil, Mereka lebih suka membeli. Bukan karena gengsi-gengsian, tetapi terlebih karena rasa peduli mereka pada orang lain, yang mungkin lebih membutuhkan.
Pelajaran yang sungguh sungguh memberikan inspirasi bagi diri saya.
Tuhan sudah memberikan berkat yang cukup untuk kita, tidak perlu lagi kita mengambil bagian berkat yang diperuntukkan bagi orang lain. Indahnya berbagi...
Have a nice day :)
Tuesday, July 19, 2016
Asal Usul La Ba Zhou : Bubur 8 Bahan (Eight Treasure Porridge)
![]() |
| Sumber foto : https://carolenpekin.wordpress.com/2015/02/13/preparacion-para-el-ano-nuevo-chino |
Salah satu makanan khas di negeri China adalah la ba zhou atau bubur yang dibuat dari 8 macam bahan. 8 macam bahan itu di antaranya adalah kacang tanah, kacang merah besar, kacang kedelai, kacang merah kecil, kacang hijau, hong zao, beras. Jika bangun pagi tidak sempat sarapan di rumah, orang-orang bisa membeli la ba zhou baik di mangkuk plastik maupun yang tersedia dalam kemasan khusus.
La ba zhou sedap dimakan baik dingin maupun panas. Di mana saja bisa ditemui orang berjualan la ba zhou. Di provinsi Henan, Hebei, Shaanxi, Beijing, Tianjin, orang yang berjualan la ba zhou sangat banyak. La ba zhou juga paling banyak dimakan oleh penduduk seluruh negeri China pada bulan kedua belas hari kedelapan tahun kalender China. Hari itu orang juga menamakannya sebagai Hari La Ba Zhou.
Pada zaman Dinasti Ming ada seorang raja bernama Zhu Yuan Zhang. Pada masa pemerintahannya, negeri China mengalami banyak kemajuan. Rakyat pada umumnya mengakui bahwa salah satu alasan utama kemajuan negara adalah karena Raja Zhu Yuan Zhang seorang yang penuh bakat dan serba bisa, serta mau mengerjakan apa saja yang baik untuk negaranya. Jika ia memimpin peperangan, hampir dapat dipastikan kemenangan akan diraih dengan mudah. Negara makmur dan jaya karena Raja yang serba bisa dan penuh dedikasi itu serius membangun negara.
Melihat cerita sukses Raja Zhu Yuan Zhang, orang jadi tidak tahu atau lupa bahwa sebenarnya sewaktu kecil, Zhu Yuan Zhang dibesarkan dengan segala keterbatasan karena kemiskinan keluarga dan daerahnya. Pada waktu Zhu Yuan Zhang kecil, karena kemiskinan, ia sering menawarkan diri kepada pemilik ternak untuk menggembalakan ternak dan memeliharanya dengan baik. Setiap hari ia selalu mencari rumput yang baik untuk ternak-ternak yang digembalakannya. Walaupun ia sudah rajin dan baik dalam menggembalakan ternak, pemilik ternak masih sering berkata kasar terhadap dirinya, bahkan tidak jarang memukulnya. Apalagi jika ia punya kesalahan, nasib yang akan menimpa dirinya lebih mengenaskan. Karena itu, setiap hari ia selalu ekstra hati-hati dalam menjalankan tugasnya sebagai gembala ternak agar tidak dimarahi dan dipukuli oleh majikannya.
Suatu sore, Zhu Yuan Zhang membawa pulang ternak gembalanya dan harus menyebrangi sebuah jembatan kayu yang sempit dan di bawahnya ada sungai dengan batu-batu yang keras dan air yang deras. Satu demi satu sapi dibimbingnya melewati jembatan itu hingga sampai di seberang dengan baik. Namun, nasibnya naas sore itu, seekor sapi yang besar terpeleset dan jatuh ke sungai. Kaki belakang sapi itu patah karena membentur batu-batu sungai. Zhu Yuan Zhang pulang dengan perasaan sedih dan sangat ketakutan. Ia sudah dapat membayangkan resiko yang bakal dia terima sesampai di rumah majikannya. Ia sudah hafal betapa kasar dan tidak manusiawinya ucapan tuannya, belum lagi ia pasti akan dipukuli dan mungkin bisa babak belur. Biasanya untuk kesalahan kecil apa pun ia sudah dipukuli hingga memar, apalagi pulang dengan sapi yang patah kakinya.
Benar saja. Melihat kaki salah satu sapi miliknya patah, si majikan segera menyeret Zhu Yuan Zhang ke sebuah gudang kecil yang lembab dan bau sambil berkata, "Sapi itu mudah sekali dibimbing jika bukan orang bodoh yang membimbingnya. Sekarang sapi sudah patah kakinya. Karena itu, saya akan kurung kamu di gudang ini!"
Setelah diumpat dan dipukul, Zhu Yuan Zhang dikurung dalam gudang tersebut. Yang mengenaskan, selama tiga hari tiga malam majikannya tidak memberikannya makanan. Karena sudah tidak tahan menahan lapar, Zhu Yuan Zhang mencari makanan di lubang tikus. Kebetulan banyak sekali sarang tikus di gudang itu. Dari sarang-sarang tikus ia menemukan ada sedikit beras, kacang merah, keledai, hong zao, dan lainnya yang semuanya berjumlah delapan macam. Maka, bahan makanan yang dikumpulinnya itu dibersihkan dan dimasak. Sambil menunggu matang, air liurnya sering kali menetes. Setelah matang ia pun melahapnya sambil berkata, "Ini adalah makanan paling lezat di dunia!" Saat itu ia berpikir bahwa jika tersedia bahan-bahan yang banyak ia akan membuat jenis makanan baru, yakni bubur dengan delapan macam bahan, ditambah sedikit gula, pasti enak sekali rasanya.
Singkat cerita, Zhu Yuan Zhang akhirnya menjadi raja pada zaman Dinasti Ming. Ia sudah lupa penderitaannya pada waktu kecil. Tiap hari ia makan makanan enak. Akan tetapi, suatu saat ia merasa bosan dengan semua makanan lezat di istana. Ia pun memikirkan untuk makan makanan yang berbeda, tetapi tidak tahu makanan jenis apa. Setelah berpikir sekian waktu, ia tersenyum dan memanggil juru masak kerajaan dan berkata, "Juru masak, buatkan bagi saya bubur dari delapan bahan. Jangan lupa diantara bahan itu harus juga ada hong zao dan ditambah sedikit gula." Juru masak yang mengenal semua masakan enak di seluruh penjuru negeri, heran dengan permintaan Raja. Juru masak bingung, tetapi karena diperintahkan maka ia pun memasak sesuai yang diperintahkan Raja.
Setelah bubur masak, Raja Zhi Yuan Zhang mencicipi beberapa kali lalu berkata, "Ini baru makanan enak." Ia memerintahkan agar semua menteri dan pegawai istana datang dan makan bersamanya. Semua orang yang makan la ba zhou pun setuju bahwa ini makanan enak. Karena hari itu adalah bulan dua belas yang dalam kalender China disebut bulan La dan bubur itu dari delapan macam bahan, maka akhirnya orang menyebutnya La Ba Zhou (Zhou = bubur). Sejak saat itu seluruh pegawai istana dan rakyat disekitar Raja memakan bubur La Ba Zhou. Lama-kelamaan makan La Ba Zhou menjadi tradisi yang dilestarikan oleh penduduk negeri China. Belakangan, di beberapa tempat bubur ini disebut Ba Ba Zhou.
"Jika lapar, makanan justru bisa dinikmati dengan enak, tetapi juga terkadang ada kenikmatan dan hikmat sewaktu menahan rasa lapar. Selalu ada pelajaran yang baik dan berguna dibalik kesusahan, apalagi jika kita percaya bahwa 'sehabis hujan akan tampak pelangi', ada 'permata dibalik air mata' ".
Sumber : 101 Kisah Bermakna dari Negeri China, Lei Wei Ye
Labels:
Buddha,
Dhamma,
kuliner,
Mahayana,
Omitohud,
wise stories,
wise words
Wednesday, March 9, 2016
Cinta Kasih Induk Seekor Trenggiling (Kisah Mengharukan, MUST READ!!!)
FYI, trenggiling adalah binatang pemakan serangga, terutama semut dan rayap.
Seorang pejabat Tiongkok beserta beberapa kolega, ketika bermain di sebuah kota melihat pedagang kuliner disana menyajikan proses penyembelihan trenggiling hidup sampai memanggangnya. Mereka tertarik dan ingin menyaksikan sendiri seluruh proses penyajian hidangan lezat itu.
Seorang pejabat Tiongkok beserta beberapa kolega, ketika bermain di sebuah kota melihat pedagang kuliner disana menyajikan proses penyembelihan trenggiling hidup sampai memanggangnya. Mereka tertarik dan ingin menyaksikan sendiri seluruh proses penyajian hidangan lezat itu.
Konon trenggiling setelah tertangkap karena ketakutan atau defensif, secara naluri dan otomatis tubuhnya akan menggulung sendiri dengan sangat erat seperti sebuah lingkaran atau bola.
Umumnya proses penjualan trenggiling sebagai berikut:
Setelah dipilih pembeli, penjual sekuat tenaga akan menarik lurus trenggiling yang meringkuk itu. Selanjutnya dada dan perut dibelah, organ dalam dikeluarkan kemudian dicuci bersih, dijepit dengan jepitan besi dan dipanggang di atas bara api sampai semua sisik tebal di tubuhnya rontok.
Ada seorang pemuda penjual memilih trenggiling berbadan gemuk dan dengan keterampilannya siap menarik lurus trenggiling yang dipegangnya itu.
Ada seorang pemuda penjual memilih trenggiling berbadan gemuk dan dengan keterampilannya siap menarik lurus trenggiling yang dipegangnya itu.
Namun walau sudah sekuat tenaga ia masih tidak mampu menarik lurus trenggiling itu.
Orang - orang yang menyaksikan merasa heran, penjual muda itu juga kehilangan muka, maka dibantinglah trenggiling malang itu ke lantai dengan keras, sambil menjelaskan trenggiling akan membuka diri jika kesakitan.
Tidak disangka bantingan berkali - kali itu malah membuat trenggiling meringkuk lebih erat. Dari mata sipit trenggiling yg semula terlihat ketakutan telah tertutup dgn rapat. Dari moncongnya yg runcing mengalir darah segar, akan tetapi tubuhnya tidak nampak menjadi lurus. Malah terkesan semakin melingkar dengan erat.
Rombongan tidak tega menyaksikan kondisi trenggiling itu, melambaikan tangan memberi isyarat tidak ingin diteruskan lagi.
Pemuda penjual masih belum puas, diambillah jepitan besi lalu menjepit trenggiling kemudian diletakkan di atas api panggangan. Sisiknya yg keras rontok dan bau terbakar menebar luas. Tetapi posisi trenggiling tetap tidak berubah.
Pemuda penjual tidak berdaya lagi. Dia menggelengkan kepala sambil berkata trenggiling ini pasti bermasalah. Tidak layak dikonsumsi sambil membuangnya ke lahan pasir yang terletak di belakangnya.
Kemudian dipilihnya lagi dua ekor yang lain, kali ini proses pengolahan berjalan lancar dan tidak sampai 5 menit selesai.
Selanjutnya teman itu berkata, ketika temannya sedang membayar, tanpa disengaja dilihatnya trenggiling naas tadi yang di buang di atas pasir perlahan - lahan meluruskan tubuhnya, kelopak matanya terbuka sedikit, disusul beberapa kedutan lalu menjadi lurus kaku dan tidak bernyawa lagi.
Seiring tubuhnya menjadi lurus, mereka dikejutkan oleh gerakan lembut dari perut yang terkapar. Muncul seekor trenggiling kecil yang tubuhnya transparan hanya sebesar tikus. Perlahan ia membuka mulut kecilnya, seakan memanggil induknya yg sudah tak bernyawa.
Pemandangan tersebut membuat semua orang terpana. Dalam sekejap, saya merasakan darah dalam tubuh bergelora, kepala dan rambut seakan membengkak, air mata bergulir dari kelopak.
Berat badan trenggiling itu tidak lebih dari 5 kg. Dan tubuhnya telah mengalami bantingan dan pembakaran. Tetapi sampai napas terakhirnya masih saja melindungi anaknya.
Tubuh yang telah terpanggang setengah matang, sisik pun rontok semua, namun masih tetap berhasil melindungi keutuhan jiwa dan raga anaknya.
Kekuatan semangatnya telah jauh melampaui batas kehidupan......
“Cinta kasih" induk hewan begitu mengharukan.....
Cinta kasih ibu seorang manusia terlebih menyentuh hati.
Ada yg mengatakan :
Kasih Ibu bagaikan payung,
walau sudah rusak namun dapat melindungi dari sengatan matahari dan terpaan hujan.
Kasih ibu merupakan sebuah harapan tanpa suara,
walau tanpa kata - kata,
namun sangat menggetarkan hati....
Monday, January 11, 2016
Jodoh.... Oh.... Jodoh.... Siapakah yang Menentukan???
Dahulu ada seorang pelajar yang sudah menentukan hari pernikahannya dengan calon istri, tapi si calon istri malah menikah dengan orang lain. Tak kuat menerima pukulan ini, pelajar lalu jatuh sakit dan tidak sembuh-sembuh. Keluarganya lalu mencari tabib terkenal kemana-mana tapi semuanya tidak berdaya. Dalam sekejap si pelajar nafasnya sudah senen kemis. Hingga saat itu, ada seorang bhiksu setempat lewat, bersedia menemui si pelajar. Berdiri di depan tempat tidurnya, mengambil sebuah cermin dan menyuruhnya melihat.... Pelajar melihat laut lepas, sebuah mayat perempuan telanjang terbaring di pantai. Orang pertama lewat, melihatnya, geleng-geleng kepala, lalu pergi. Orang kedua lewat, membuka bajunya, menutupi mayat perempuan tersebut, lalu pergi. Orang ketiga lewat, menggali lubang, dengan sangat hati-hati mengubur mayatnya. Dalam keraguan, pemandangan dalam cermin berganti.... Pelajar melihat calon istrinya, dalam suasana pesta kawin hingga saat penutup kepala diangkat oleh suaminya.... Pelajar tidak dapat melihat dengan jelas maka Bhiksu menjelaskan, "Mayat prempuan yang ada di pantai itu, adalah kehidupan lalu calon istrimu. Kamu adalah orang kedua yang lewat itu, yang memberi dia pakaian, dia jatuh cinta pada kamu dalam kehidupan saat ini hanya untuk membayar kembali cinta kamu. Orang yang akan dia balas budinya seumur hidup itu, adalah orang terakhir yang menguburnya, orang itu adalah suaminya saat ini." Pelajar menjadi sadar, terduduk dari tempat tidurnya, penyakitnya sembuh!
Jodoh – tidak boleh dipaksakan. Apa yang seharusnya milikmu, cepat atau lambat tetap milikmu; yang bukan milikmu, biar kerja keras bagaimanapun, juga tidak akan dapat. Tetapi biar kapan pun, jangan pernah melepaskan pencarian kamu terhadap yang sejati, baik dan indah serta nilai kehidupan manusia. Dunia ini, bila dibilang besar ya besar dibilang kecil ya kecil. Meski kau dan aku sudah mempunyai janji di kehidupan lalu, tetap harus pakai hati untuk mencarinya. Aku sangat peduli bahwa kamu adalah temanku, sangat menghargai, sangat menghargai ---kamu. Aku jarang menelpon kamu... bukan berarti .....tidak memikirkan kamu, tapi khawatir mengganggu kamu yang sedang sibuk. Maka itu aku sering mengirim pesan chat kepada kamu, melambangkan adanya jodoh di setiap pengiriman karena aku senantiasa peduli pada kamu. Di dalam hati sanubariku, selalu ada suatu perasaan, rasa haru dan rasa bersyukur. Aku ingin bersama kamu berbagi karangan ini, karena kamu adalah temanku. Mengirim kabar menggembirakan, menerima kabar membahagiakan, berbagi adalah suka cita, bersedia berbagi dengan kamu, menikmati indahnya hidup ini!
Monday, October 19, 2015
Amitabha Buddha / 阿弥陀佛

Kita mengenal adanya Amitabha Buddha / 阿弥陀佛 berdasarkan sabda Sakyamuni Buddha yang tercatat dalam kitab suci, antara lain: Amitayurdhyana Sutra, Maha Sukhavativyuha Sutra, Sukhavativyuha Sutra, dan sutra-sutra lainnya. Sutra ini merupakan sutra pokok bagi agama Buddha Mahayana aliran Sukhavati / Ching tu / Vimalaloka / Tanah Suci. Amitabha Buddha dikenal juga dengan nama Amita Buddha, Amida Butsu (Jepang) Amitohud / Amituofo (China) atau Amitayus Buddha (sansekerta) yang artinya terdiri dari tiga suku kata:
A : tidak
Mita : ukuran
Abha : cahaya atau ayus : kehidupan
Jadi Amitabha artinya cahaya yang tak terukur/ cahaya tanpa batas, (berkaitan dengan konsep ruang) sedangkan Amitayus artinya kehidupan tanpa batas (berkaitan dengan konsep waktu). Amitabha mengandung falsafah Beliau yang telah mengatasi ruang dan waktu, lambang cinta kasih, berkah karunia dan kebijaksanaan yang tak terbatas.
Di dalam Maha Sukhavativyuha Sutra dikatakan bahwa sebelum menjadi Buddha Amitabha, dulunya Beliau adalah seorang bhiksu bernama Bhiksu Dharmakara, yang hidup dijaman Buddha Lokesvararaja, Beliau telah mengikrarkan 48 prasetya agung/ janji suci tentang negeri Buddha-Nya yang akan terwujud apabila Beliau mencapai pencerahan sempurna (Anuttara Samyaksambodhi).
Dari sabda Sakyamuni Buddha kita mengetahui bahwa Bhiksu Dharmakara telah mencapai pencerahan sempurna, dikenal sebagai Amitabha Buddha/ Amituofo dan surganya bernama Sukhavati (kebahagiaan yang luhur) atau Tanah Suci (Pure Land, Ching Tu, Vimalaloka) yang letaknya di sebelah barat dari dunia saha.
Di dalam vihara aliran Sukhavati, banyak dijumpai gambar atau rupang Amitabha Buddha yang diapit oleh Boddhisattva Avalokitesvara (sisi kiri) dan Boddhisattva Mahastamaprapta (sisi kanan). Kadang dilukiskan bersama dengan 25 Boddhisattva Mahasattva pengikutnya.
Untuk menghormati dan mengikat jodoh dengan Amitabha Buddha, sesuai dengan prasetyanya yang ke 18 s/d 20, maka dianjurkan kepada semua makhluk untuk membaca berulang-ulang Namo Amituofo dengan gembira dan penuh rasa sujud serta pikiran, perasaan dan perbuatan terkonsentrasi dalam alunan pujian Namo Amituofo.
Janganlah Anda berpikir bahwa melakukan pengucapan Namo Amituofo adalah suatu hal yang mudah, hanya apabila rintangan karma buruk kita tidak terlalu besar, barulah itu mudah kita ucapkan. Mereka yang memiliki rintangan karma buruk berat, tak akan dapat mengucapkannya walaupun mereka ingin melakukannya. Contoh : Devadatta, ia hanya mampu mengucapkan “Namo” saja, rintangannya karma buruknya besar sehingga tak mampu mengucapkan kata “Buddha”.
Di dalam Amitabha Sutra/ 佛說阿彌陀經, Hyang Buddha bersabda kepada Sariputra :
舍利弗。若有善男子。善女人。 聞說阿彌陀佛。執持名號。 若一日。 若二日。 若三日。 若四日。 若五日。 若六日。 若七日。 一心不亂。 其人臨命終時。 阿彌陀佛。 與諸聖眾 現在其前。 是人終時。 心不顛倒。 即得往生阿彌陀佛極樂國土。
shè lì fú。 ruò yǒu shàn nán zǐ。 shàn nǚ rén。 wén shuō āmítuófó。 zhí chí míng hào。 ruò yī rì。 ruò èr rì。 ruò sān rì。 ruò sì rì。 ruò wǔ rì。 ruò liù rì。 ruò qī rì。 yī xīn bù luàn。 qí rén lín mìng zhōng shí。āmítuófó。 yǔ zhū shèng zhòng xiàn zài qí qián。 shì rén zhōng shí。 xīn bù diān dǎo。 jí dé wǎng shēng āmítuófó jí lè guó tǔ。
"Sariputra, jika terdapat pria atau wanita berbudi luhur, mendengar nama Buddha Amitabha, lalu merenungkan dan melafalkan nama-Nya dalam batin selama satu hari, dua hari, tiga hari, empat hari, lima hari, enam hari, tujuh hari. Dengan hati yang tidak bimbang, pada saat menjelang akhir hidupnya, Buddha Amitabha beserta para Boddhisattva Mahasattva akan muncul di hadapannya. Pada saat meninggal dunia, hatinya tidak kacau dapat terlahir di Alam Sukhavati Negeri Buddha Amitabha."
Mari kita bersama-sama mengikat sebab dan jodoh untuk terlahir Sukhavati, dengan sering mengulang pujian “Namo Amituofo”.
Artikel sebagian di ambil dari buku perjalanan kematian yang disusun oleh: YM. Maha Bhiksu Dutavira Sthavira.
Dibagikan oleh : Nava Catvarimsa Virya (四十九振) dalam Mahayana TS.
Digubah oleh : Krystella.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Janganlah berbuat jahat Tanamlah sebanyak-banyaknya kebajikan Sucikan hati dan pikiran Itulah ajaran para Buddha Membunuh dan kar...
-
Pada suatu hari saat Sang Buddha berdiam di Anatapindika Jetavana Arama, pada waktu itu Ananda bertanya : Mengapa nasib /akibat Karma se...
-
Semasa hidup Sang Buddha, kota Savatthi merupakan ibukota kerajaan Kosala yang diperintah oleh Raja Pasenadi Kosala. Beliau, putra Maha ...
-
Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar mama dan papa berbicara tentang adik kecilnya, Georgi. Georgi sakit keras dan mereka...
-
Pada suatu hari di sebuah kota kecil di Taiwan, seorang supir taksi yang sedang dalam perjalanan pulang ketika dia mendengar suara menakutka...
-
FYI, trenggiling adalah binatang pemakan serangga, terutama semut dan rayap. Seorang pejabat Tiongkok beserta beberapa kolega, ketika...
-
Lanjut lagi jalan-jalan ke Belitung - Day 3 Dari hari pertama liatnya pantai dan laut, sekarang mari kita jelahahi pesona lain di Pulau B...
-
Saya ingin berbagi cerita pendek yang menurut saya sungguh menyentil sanubari kita, terutama untuk orang Indonesia. Cerita ini saya dap...
-
Sebuah Renungan Motivasi Sumber foto : http://wishesmessages.com/thank-you-messages-for-dad-thank-you-notes-for-father/ Pada detik-de...
-
Alkisah, di suatu daerah terpencil hiduplah seorang ibu & anak gadisnya yang tunggal. Ibu ini sangat bersyukur karena mempunyai an...










