Pages

Monday, July 4, 2016

Jalan-jalan yuk ke Belitung - Day 1

Pulau Belitung.... yang terlintas dibenak gw pertama kali tentang Belitung adalah Laskar Pelanginya. Keinginan gw buat holiday ke Belitung juga disebabkan oleh novel Best Seller karya Andrea Hirata. Terlebih lagi setelah browsing tentang pesona pulau Laskar Pelangi ini. Akhirnya hasrat gw tercapai setelah giat menabung dan mendapat restu orang tua buat holiday di Rock Island ini bareng temen-temen kampus. Di post kali ini bakal gw pamerin pesona Pulau Belitung yang EMEIJING BINGITS!

Jalan-jalan yuk ke Belitung - Day 1

Danau Kaolin

Kalau menumpang pesawat yang terbang di pagi hingga sore hari, akan tampak danau kaolin dari ketinggian seperti lubang-lubang putih berisi air. Pemandangan yang cukup membuat mata gatal ini ternyata adalah bukti kejayaan penambangan timah dan kaolin yang dulu pernah menghidupkan Pulau Belitung dengan terang benderang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Tanjung Pandan dan Bandara H.A.S Hanandjoeddin.



Kota Gantung

Kota Gantung atau dalam Bahasa lokal Belitung sering disebut Kota Gantong terdapat di Kabupaten Belitung Timur. Perjalanan yang ditempuh dari kota Tanjung Pandam kurang lebih 2 jam-an. Kota Gantung sekilas terlihat biasa saja. Namun, siapa sangka bahwa di kota inilah lahir seorang maestro sastra yang membangkitkan Belitung hingga dikenal melalui karya-karya novelnya yang Best Seller. Laskar Pelangi, salah satu novelnya banyak menceritakan kota ini hingga diangkat ke layar perak sehingga menyisakan replica SD Muhammadiyah yang pernah menjadi lokasi syuting di kota ini yang sekarang menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila sudah menginjakan kaki di bumi melayu belitong ini.

SD Muhammadiyah Laskar Pelangi

Tempat Parkir wisata SD Laskar Pelangi

Laskar Pelangi Masa Kini :p


Museum Kata Andrea Hirata - Museum Literatur Pertama di Indonesia

Penuh warna....itulah yang akan terlintas saat pertama kali melihat museum ini dari luar. Luarnya aja dah berwarna gini, gimana di dalam ya? Yupsss! Kece banget dah ni museum. Di museum ini kita bakal sibuk ber-selfie ria karna ada banyak spot unik dan keren buat berfoto. Pas gw kesini masih ada renovasi dan pelebaran museumnya. Dan bikin makin penasaran gmana jadinya nanti karena yang gini aja dah keren. Pasti bakal lebih keren lagi kalau sudah kelar renovasinya. For more information : http://www.museumkataandreahirata.com/






Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu
Dream for God will embrace your dreams
-Andrea Hirata-
Bendungan PICE


Artis hongkong :D


Kota Manggar, kota 1001 warung kopi

Ibukotanya Belitung Timur, kampungnya Pak Ahok, kota 1001 warung kopi, itulah istilah yang kerap disematkan pada kota ini. Kopinya punya ciri khas tersendiri. Terkenalnya Kopi O Belitong, namun karena gw tidak terlalu suka kopi item yang pekat, gw pesan aja kesukaan gw yakni kopi susu panas.
Kopi Susu Panas yang belum diaduk
Kopi Susu Panas yang sudah diaduk



Pantai Serdang, banyak terdapat perahu nelayan khas Belitung (Kater)

Pasir putihnya halus, banyak banget Katernya, pohon pinus berjejer seperti pagar alami, inilah pantainya Manggar.

Bukit Samak A1

Masih di Manggar, Bukit Samak banyak terdapat pendopo untuk sekedar nongkrong ataupun bersantai menikmati pemandangan laut dari ketinggian. Konon, Bukit Samak adalah kawasan elit bagi orang Belanda yang merupakan eksekutif perusahaan tambang timah di kota Manggar. Bangun vila disitu keren juga kali yak... view-nya laut men!
Waduh, gerimis mennnn

Klenteng Buddhayana "Dewi Kwan Im", klenteng tertua yang dibangun sejak tahun 1772 dan diresmikan pada tahun 1987.

Vihara yang letaknya dekat dengan pantai Burong Mandi ini berdiri kokoh di bukit menghadap ke laut. Altar utamanya langsung menghadap ke laut menambah khusuk umat yang bersembahyang. Di Vihara ini juga popular ciam si (salah satu cara bertanya kepada Dewa dengan cara mengocok gelas berukuran sedang yang berisi kumpulan potongan bambu).

Pantai Burung Mandi

Banyak perahu nelayan (Kater), ombaknya ramah, walau pasirnya tak sehalus pasir di pantai Serdang, dan sering dijumpai pelangi.


bersambung ke Day 2

Sunday, April 3, 2016

Jalan-jalan yuk ke Lembang

Rencana trip kali ini cukup sederhana dan ekspress. Kenapa gw bilang ekspress karena awalnya gak ada rencana holiday trip kemana pun saat liburan imlek. But I guessed it was because of the dullness during work, my dad decided to take a trip to Lembang. Yeay!!!
Gw yang ditunjuk sebagai agen travelnya hahaha. Coz semua plan gw yang disuruh siapin termasuk booking hotel dan juga memilih serta me-arrange tempat wisata yang akan disinggahi di Lembang nanti. Gw mesti berterima kasih dengan kecanggihan teknologi dan juga peran serta para netizen untuk memposting informasi-informasi yang bermanfaat bagi umat manusia, termasuk informasi travelling. Thank you guys! Love you full dahh....
First at all, gw mesti booking tempat penginapan dulu. Setelah googling dan membandingkan harga di beberapa situs hotel booking, gw memutuskan untuk memilih Bantal Guling Villa yang beralamat di Jl. Kolonel Masturi, Kampung Kramat No.1, Lembang, Jawa Barat, Indonesia lewat agoda.com. Gw baca sih reviewnya not bad dan ternyata tempatnya lumayan bagus dan tenang, recommend deh.

So, let's start the trip...

9 Februari 2016 (Tahu Susu Lembang)
Setelah kemaren sibuk merayakan imlek, hari ini adalah hari pertama trip ke Lembang, Bandung. Perjalanan selama 3 jam lebih lumayan lancar dan syukurnya tidak macet. Start dari jam 8 pagi, nyampe Lembang jam 11 lewat lah. Check-in nya jam 2 ternyata -.-".
Akhirnya kami putuskan untuk mampir dulu ke Tahu Susu Lembang, Jl. Raya Lembang No.177, Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.
Tahu-nya lembut dan gurih. Pas dimakan saat masih hangat. Harganya juga terjangkau yakni Rp. 15.000 untuk 10 potong kecil. Tersedia juga susu kedelai, aneka snack, dan makanan khas Bandung lainnya. Tempatnya juga nyaman dan sejuk serta banyak spot keren buat foto. Rujaknya juga must try! 
Setelah makan dan berleha-hela hingga jam 2 siang, hujan mulai turun dan kami pun segera check-in. Suasana adem-adem diiringin dengan hujan yang turun serta pemandangan yang asri sungguh merileksasi pikiran.

10 Februari 2016 (Tangkuban Perahu, De'Ranch, Floating Market Lembang Bandung, Taman Bunga Begonia, Vihara Vipassana Graha Lembang, Kampung Daun)
Pagi-pagi kami dah siap-siap untuk meluncur ke Tangkuban Perahu. Pemandangan hamparan ladang sayur akan banyak ditemui selama perjalanan menuju ke Tangkuban Perahu. Semakin dekat ke Tangkuban Perahu jalanan pun semakin menajak. Sampai di gerbang masuk, kami disambut oleh penjual tiket masuk yang ramah. Pertama, kami diminta untuk menunjukan KTP karena harga tiket untuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara berbeda.
Untuk weekdays :
Domestik = Rp. 20.000
Mancanegara = Rp. 200.000
Mobil = Rp. 25.000
Motor = Rp. 12.000
Bus = Rp. 110.000
Untuk Weekends :
Domesik = Rp. 30.000
Mancanegara = Rp. 300.000
Mobil = Rp. 35.000
Motor = Rp. 17.000
Bus = Rp. 150.000
Kami memutuskan untuk mengunjungi kawah Ratu yang berada dipuncak. Cuaca pada hari itu sangat cerah dan tidak berkabut. Lucky on us, karena Tangkuban Perahu sering berkabut. Pemandangannya indah sekali.

Hanya saja, ada begitu banyak penjaja souvenir yang bertebaran. Ada 3 penjaja souvenir yang berebut untuk membantu kami mengambil foto dan bercerita mengenai Tangkuban Perahu, ntah itu cuacanya atau pun selebritis yang sudah pernah singgah. Dan pada akhirnya mereka menawarkan barang dagangan mereka hehehe. Marketingnya cukup unik dan gigih lohhh. Ntah sudah berapa banyak penjaja souvenir yang gw tolak dan terpaksa gw pamerin souvenir-souvenir yang dah gw beli dari penjaja sebelumnya yang sama dengan yang mereka jual. Setelah puas berfoto dan mengitari ujung ke ujung, akhirnya kami pun meninggalkan Tangkuban Perahu ditambah lagi kabut mulai turun.

Next, kami akan mengunjungi De'Ranch, Jl. Maribaya No. 17, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Mengusung tema ala cowboy, review di internet sih lumayan dan gw pikir gak ada salahnya kesini coz dd gw merengek pingin naik kuda. Tiket masuknya Rp. 5.000/ orang (dapat susu De'Ranch dengan pilihan rasa plain, coklat, stoberi, dan melon) dan parkir Rp. 5.000. Tempatnya lapang banget dan rapi.
Setelah puas berfoto, saatnya berkuda. Yeay!!! Harga kuda tunggangnya Rp. 25.000/ putaran/ orang. Sebelum berkuda, pake dulu kostumnya hihihi gratis lohhh kalo buat sewa kostumnya.

Abis dari De'Ranch, kami ke Floating Market Lembang Bandung, Jl. Grand Hotel No. 33 E, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia untuk makan siang. Harga tiket masuknya Rp. 20.000/ orang dan Rp. 10.000/ mobil. HTM lumayan juga sih karena kata orangnya masih dalam rangka liburan.
Disana transaksi jual beli di floating market-nya menggunakan koin khusus. Jadi mesti tukar dulu uang asli dengan koinnya. Ada banyak makanan yang dijual disini. Saking banyaknya ampe bingung milihnya hahaha.
Puas makan di Floating Market Lembang, kami melanjutkan ke Taman Bunga Begonia. Tempatnya rame ternyata. Dengan HTM sebesar Rp. 8000/ orang. Taman bungannya rapi dan dibuat juga spot-spot buat fotonya. Hanya saja disayangkan pada bagian petik sayur sendiri kurang terawat dan harga sayurnya lebih mahal dari harga sayur di Jakarta -.-".

Sweet Couple
Kemudian kami memutuskan untuk kembali ke villa beristirahat. Tiba-tiba gw liat penunjuk jalan menuju Vihara Vipassana Graha Lembang. Karena sejalan dengan tempat penginapan kami, jadi kami pun memutuskan untuk singgah sebentar. Vihara Vipassana Graha Lembang terletak di Jl.Kolonel Masturi No.69, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.
 Jam 3 sore hujan mulai turun dan kami pun kembali ke villa untuk beristirahat.
Malamnya kami memutuskan untuk makan malam di Kampung Daun yang ada di Jl. Sersan Bajuri KM. 4,7, Villa Triniti, Desa Lembang, Lembang, Jawa Barat, Indonesia. Sempat nyasar karena jalanan agak remang dan juga masih gerimis serta google map yang beberapa kali lost signal hehehe.

11 Februari 2016 (Farmhouse Susu Lembang dan belanja oleh-oleh)
Hari ini adalah hari terakhir di Lembang. Setelah check-out, kami meluncur ke Farmhouse Susu Lembang. Tiket masuknya Rp. 20.000/ orang (dapat susu dengan pilihan rasa vanila, stoberi dan coklat) dan parkir Rp. 10.000/ mobil. Rame banget, asli rame banget. Dan langsung berasa ke dunia lain. Mungkin karena rame banget, tempatnya jadi berasa kecil. Coz, gw liat foto-foto di internet tempatnya kayaknya luas. Dan setelah liat aslinya ternyata gak seluas yang gw kira hehehe.
 

Setelah puas berfoto ria, kami memutuskan untuk makan siang dan belanja oleh-oleh di Tahu Susu Lembang sebelum kembali ke Jakarta.

Oke guys, demikianlah jalan-jalan ke Lembang, Bandung. Puas dan mantap abis. Tempat wisatanya gak terlalu mahal, gak semacet Puncak, tempat wisatanya juga deket-deket, makanannya enak-enak, suasananya juga menyenangkan.

Wednesday, March 9, 2016

Cinta Kasih Induk Seekor Trenggiling (Kisah Mengharukan, MUST READ!!!)


FYI, trenggiling adalah binatang pemakan serangga, terutama semut dan rayap.

Seorang pejabat Tiongkok beserta beberapa kolega, ketika bermain di sebuah kota melihat pedagang kuliner disana menyajikan proses penyembelihan trenggiling hidup sampai memanggangnya. Mereka tertarik dan ingin menyaksikan sendiri seluruh proses penyajian hidangan lezat itu.
Konon trenggiling setelah tertangkap karena ketakutan atau defensif, secara naluri dan otomatis tubuhnya akan menggulung sendiri dengan sangat erat seperti sebuah lingkaran atau bola.

Umumnya proses penjualan trenggiling sebagai berikut: 
Setelah dipilih pembeli, penjual sekuat tenaga akan menarik lurus trenggiling yang meringkuk itu. Selanjutnya dada dan perut dibelah, organ dalam dikeluarkan kemudian dicuci bersih, dijepit dengan jepitan besi dan dipanggang di atas bara api sampai semua sisik tebal di tubuhnya rontok.

Ada seorang pemuda penjual memilih trenggiling berbadan gemuk dan dengan keterampilannya siap menarik lurus trenggiling yang dipegangnya itu.
Namun walau sudah sekuat tenaga ia masih tidak mampu menarik lurus trenggiling itu. 
Orang - orang yang menyaksikan merasa heran, penjual muda itu juga kehilangan muka, maka dibantinglah trenggiling malang itu ke lantai dengan keras, sambil menjelaskan trenggiling akan membuka diri jika kesakitan.

Tidak disangka bantingan berkali - kali itu malah membuat trenggiling meringkuk lebih erat. Dari mata sipit trenggiling yg semula terlihat ketakutan telah tertutup dgn rapat. Dari moncongnya yg runcing mengalir darah segar, akan tetapi tubuhnya tidak nampak menjadi lurus. Malah terkesan semakin melingkar dengan erat.

Rombongan tidak tega menyaksikan kondisi trenggiling itu, melambaikan tangan memberi isyarat tidak ingin diteruskan lagi.

Pemuda penjual masih belum puas, diambillah jepitan besi lalu menjepit trenggiling kemudian diletakkan di atas api panggangan. Sisiknya yg keras rontok dan bau terbakar menebar luas. Tetapi posisi trenggiling tetap tidak berubah.

Pemuda penjual tidak berdaya lagi. Dia menggelengkan kepala sambil berkata trenggiling ini pasti bermasalah. Tidak layak dikonsumsi sambil membuangnya ke lahan pasir yang terletak di belakangnya.

Kemudian dipilihnya lagi dua ekor yang lain, kali ini proses pengolahan berjalan lancar dan tidak sampai 5 menit selesai.

Selanjutnya teman itu berkata, ketika temannya sedang membayar, tanpa disengaja dilihatnya trenggiling naas tadi yang di buang di atas pasir perlahan - lahan meluruskan tubuhnya, kelopak matanya terbuka sedikit, disusul beberapa kedutan lalu menjadi lurus kaku dan tidak bernyawa lagi.

Seiring tubuhnya menjadi lurus, mereka dikejutkan oleh gerakan lembut dari perut yang terkapar. Muncul seekor trenggiling kecil yang tubuhnya transparan hanya sebesar tikus. Perlahan ia membuka mulut kecilnya, seakan memanggil induknya yg sudah tak bernyawa.

Pemandangan tersebut membuat semua orang terpana. Dalam sekejap, saya merasakan darah dalam tubuh bergelora, kepala dan rambut seakan membengkak, air mata bergulir dari  kelopak.

Berat badan trenggiling itu tidak lebih dari 5 kg. Dan tubuhnya telah mengalami bantingan dan pembakaran. Tetapi sampai napas terakhirnya masih saja melindungi anaknya.

Tubuh yang telah terpanggang setengah matang, sisik pun rontok semua, namun masih tetap berhasil melindungi keutuhan jiwa dan raga anaknya.

Kekuatan semangatnya telah jauh melampaui batas kehidupan......
“Cinta kasih" induk hewan begitu mengharukan.....
Cinta kasih ibu seorang manusia terlebih menyentuh hati.
Ada yg mengatakan :
Kasih Ibu bagaikan payung, 
walau sudah rusak namun dapat melindungi dari sengatan matahari dan terpaan hujan.
Kasih ibu merupakan sebuah harapan tanpa suara, 
walau tanpa kata - kata,
namun sangat menggetarkan hati....

Ngebolang @Ragunan

Kali ini gw mau berbagi pengalaman ngebolang ala backpacker mahasiswi yang irit. Ngebolang edisi ini adalah Ragunan. Tahu Ragunan kan? Kalo gak tahu googling aja deh. Intinya Ragunan tuh kebun binatang di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 
Gw pergi berdua doang ma my bestfriend yang dah temenan sejak smp, Sarah. Sekarang ke Ragunan dah gampang. Tinggal naik busway langsung sampe depan gerbang Ragunan. Murah, nyaman, dan aman. Karena kita tinggal di daerah Jakarta Utara (gw di Ancol, Sarah di Teluk Gong), jadi kita sepakat meeting pointnya di halte busway kota pada Minggu, 31 Januari 2016; pukul 7 pagi.
Gw dah googling gmana caranya ke ragunan naik busway. Pas dibaca wuuiiii gampang tohh. Dari halte busway koridor 1 jurusan kota-blok m transit di halte busway dukuh atas 2, and then naik busway jurusan ragunan. Murah juga cuman Rp 3.500,- dah nyampe ragunan.
So, pas hari H kita capcus walau agak ngaret dikit heheheh.
Karena baru pertama kali ke Ragunan via busway dan hanya bermodal info dari internet, kita perhatiin setiap tuh setiap pemberhentian. Pas dah sampe di halte Dukuh Atas 1, kita makin pay attention tuh. Tapi kok gak kunjung nyampe ke halte Dukuh Atas 2. Tau-tau dah nyampe aja di halte blok-m. 

Blok M coyyy #nyasar -.-"
@busway
Otw Halte Dukuh Atas 2
Otomatis panik dah tuh. Googling lg dan ternyata gw salah baca info hehehe. Di koridor 1 busway kota-blok m turun di halte Dukuh Atas 1 lalu nyebrang ke halte busway Dukuh Atas 2.

Akhirnya nyampe di halte yang benar dan kita dapat bus feeder (yang bus kecil warna biru)jurusan ragunan. Teng! Jam 9 lewat 10 menit sampelah di Ragunan.
Wefie dulu di depan dinding relief
HTM Ragunan
Dan ngebolang @Ragunan dimulai!!!
Peta Ragunan
Karena kita perginya hari minggu otomatis rame. Banyak yang jual makanan, kacamata, aksesoris, topeng, tongsis, mainan anak, tikar, dan masih banyak lagi. Banyak pohon, cocok untuk berpiknik. Ada juga wahana bermain anak.
Sitatunga
Kandang Unggas
Find the peacock!!! :p
HTM Pusat Primata Schmutzer
Gorilla men!!!

Anak TK lagi study tour.... hahaha
HTM Jembatan Canopy
Jembatan Canopy

Beruang Srilanka
Ehh ada buaya darat ^o^
Hmmm, where is the komodo???
Si cantik ini jalannya anggun banget... hobi banget jalan kesana kesini...ampe pontang panting ngejer dia buat foto bareng hehehe 
Finally bisa juga foto bareng ma si cantik ini

Kenalkan namanya niko, tapir penghuni ragunan. Niko lagi sakit diare. Semoga cepat sembuh ya niko 😚

Ternyata Ragunan itu luas banget. Dari jam 9 pagi Ragunan buka ampe jam 4 sore Ragunan tutup. Ragunan ternyata luas banget -.-" Kami yang dari buka ampe tutup Ragunannya, gak sanggup mampir ke semua kandang dan wahana di Ragunan. Padahal gak pake acara santai lohhh....jalan trus jarang duduk. But, overall asik deh ngebolang @Ragunan \(^0^)/

Popular Posts